Agus Wira.
← Semua Artikel
CeritaKuliahInformatika

Awal Perjalanan Masuk Informatika

2 mnt baca

Ketertarikan pada teknologi sebenarnya sudah ada sejak lama. Kakakku kuliah di bidang IT, jadi aku sering lihat dia ngoding, ngerjain tugas, dan ngobrol soal hal-hal yang berkaitan dengan komputer. Dari situ aku jadi tahu apa itu pemrograman, walau belum pernah coba sendiri. Yang jelas, dunia IT kelihatan menarik dan bikin penasaran.

Setelah mendaftar kuliah lewat jalur SNBP, ada waktu luang beberapa bulan sebelum pengumuman dan masa perkuliahan dimulai. Daripada kosong, aku coba belajar Python dari nol — nonton tutorial di YouTube, baca dokumentasi, dan coba-coba bikin program sederhana. Awalnya cuma iseng, tapi makin lama makin seru. Ternyata belajar hal baru itu menyenangkan.

Kenapa Pilih Informatika?

Waktu kelas 3 SMA, pertanyaan besar muncul: “Kuliah ambil jurusan apa?”

Ada beberapa opsi yang aku pertimbangkan. Tapi karena sudah sering lihat dunia IT lewat kakak dan merasa penasaran, aku makin yakin: Informatika adalah pilihan yang tepat. Di sini aku bisa belajar algoritma, logika, AI, dan banyak hal yang sebelumnya cuma aku dengar dari jauh.

Masuk Universitas Udayana

Singkat cerita, aku diterima di S1 Informatika Universitas Udayana lewat SNBP. Semester pertama cukup menantang — banyak konsep baru yang harus dipahami, dari logika matematika sampai dasar-dasar pemrograman secara formal. Tapi justru itu yang bikin seru.

Aku juga mulai ikut HIMAIF (Himpunan Mahasiswa Informatika) untuk bertemu orang-orang dengan minat yang sama. Seru bisa diskusi, ikut workshop, dan belajar bareng.

Apa Selanjutnya?

Saat ini aku masih di semester awal dan masih banyak yang harus dipelajari. Fokus utamaku sekarang adalah memahami dasar-dasar pemrograman dengan baik, sambil pelan-pelan mengeksplorasi dunia AI dan Data Science — bidang yang bikin aku makin penasaran.

Kalau kamu juga lagi di perjalanan serupa — entah baru mulai belajar koding, atau masih bingung mau ambil jurusan apa — jangan ragu. Mulai aja dulu. Nanti jalannya terbuka sendiri seiring kita terus melangkah.